INFORMASI TATA CARA PENGADUAN
PENYALAHGUNAAN WEWENANG ATAU PELANGGARAN OLEH PEJABAT BADAN PUBLIK
MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 MUSI BANYUASIN
Dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang baik,
bersih, transparan, akuntabel, serta meningkatkan kualitas pelayanan
publik, masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengaduan
apabila mengetahui atau menduga adanya penyalahgunaan wewenang atau
pelanggaran yang dilakukan oleh pejabat/pegawai pada Madrasah Aliyah
Negeri 1 Musi Banyuasin.
Pengaduan akan diterima, dicatat, diverifikasi, dan ditindaklanjuti
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta kewenangan
instansi yang berwenang.
1. JENIS PELANGGARAN YANG DAPAT DIADUKAN
Masyarakat dapat menyampaikan pengaduan antara lain mengenai:
- Dugaan penyalahgunaan wewenang atau jabatan;
- Dugaan korupsi, kolusi, dan/atau nepotisme;
- Dugaan pungutan liar (pungli);
- Dugaan penerimaan gratifikasi atau pemberian yang berkaitan dengan jabatan;
- Dugaan benturan kepentingan;
- Pelanggaran disiplin atau kode etik pegawai;
- Penyalahgunaan atau penyimpangan dalam pengelolaan Barang Milik Negara (BMN);
- Dugaan penyimpangan dalam pengelolaan anggaran atau keuangan;
- Dugaan pelanggaran dalam penyelenggaraan pelayanan publik;
- Tindakan pejabat/pegawai yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan/atau
- Dugaan pelanggaran lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan kewenangan pada Madrasah.
2. SIAPA YANG DAPAT MENYAMPAIKAN PENGADUAN?
Pengaduan dapat disampaikan oleh:
- Peserta didik;
- Orang tua/wali peserta didik;
- Guru dan tenaga kependidikan;
- Komite Madrasah;
- Masyarakat; dan
- Pihak lain yang mengetahui adanya dugaan pelanggaran.
!
Perhatian: Sampaikan Laporan Berdasarkan Fakta
Pengadu hendaknya menyampaikan laporan berdasarkan fakta, data,
atau informasi yang diketahui dan dapat dipertanggungjawabkan.
3. INFORMASI YANG SEBAIKNYA DISAMPAIKAN
Agar pengaduan dapat ditindaklanjuti secara efektif, laporan sekurang-kurangnya memuat:
- Identitas pengadu, apabila tidak memilih mekanisme anonim;
- Identitas pihak yang diadukan;
- Uraian singkat dugaan pelanggaran;
- Waktu dan tempat kejadian;
- Kronologi kejadian secara jelas dan berurutan;
- Pihak-pihak yang diduga terlibat;
- Bukti atau dokumen pendukung, apabila tersedia; dan
- Informasi lain yang relevan untuk membantu proses pemeriksaan.
Semakin lengkap dan jelas informasi yang disampaikan, semakin mudah
bagi pihak yang berwenang melakukan verifikasi dan pemeriksaan.
4. TATA CARA PENYAMPAIAN PENGADUAN
Pengaduan dapat disampaikan melalui saluran yang tersedia, yaitu:
01
Secara langsung
Pengadu dapat menyampaikan pengaduan secara langsung melalui layanan
PTSP/petugas pengaduan Madrasah dengan membawa atau menyampaikan
informasi dan bukti pendukung yang tersedia.
02
Secara tertulis
Pengadu dapat menyampaikan surat pengaduan yang ditujukan kepada
pejabat/pengelola pengaduan yang berwenang.
Surat pengaduan dapat diberi keterangan "RAHASIA"
apabila pengadu meminta agar identitas dan isi pengaduan ditangani
secara terbatas sesuai ketentuan yang berlaku.
03
Melalui kanal pengaduan Kementerian Agama
Pengaduan yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran, penyalahgunaan
wewenang, korupsi/pungli, gratifikasi, kepegawaian, BMN, dan benturan
kepentingan dapat disampaikan melalui mekanisme pengaduan/whistleblowing
Kementerian Agama.
04
Melalui SP4N-LAPOR!
Masyarakat juga dapat menyampaikan pengaduan pelayanan publik melalui
Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N)-LAPOR!.
Kunjungi SP4N-LAPOR! ↗
SP4N-LAPOR! merupakan kanal nasional untuk menyampaikan pengaduan,
aspirasi, dan permintaan informasi kepada instansi pemerintah yang
berwenang. Sistem ini menerapkan prinsip no wrong door policy,
sehingga laporan dapat diteruskan kepada instansi yang berwenang
menanganinya.
5. APABILA YANG DIADUKAN ADALAH KEPALA MADRASAH
Apabila pengaduan berkaitan dengan Kepala Madrasah, pengadu
tidak harus menyampaikan pengaduan kepada pejabat yang diadukan.
Pengadu dapat menggunakan saluran pengaduan pada tingkat yang lebih
tinggi atau kanal resmi Kementerian Agama dan SP4N-LAPOR! sesuai
dengan jenis dan substansi pengaduan.
Hal ini dimaksudkan untuk menjaga objektivitas, independensi, dan
menghindari konflik kepentingan dalam proses penanganan pengaduan.
6. PROSES PENANGANAN PENGADUAN
Pengaduan yang diterima akan melalui tahapan sesuai kewenangan, antara lain:
Penerimaan
→
Pencatatan
→
Verifikasi/Penelaahan
→
Penentuan Tindak Lanjut
→
Pemeriksaan oleh Pihak Berwenang
→
Penyelesaian
→
Pemberian Tanggapan
Tidak setiap pengaduan secara otomatis dinyatakan sebagai pelanggaran.
Dugaan yang disampaikan akan terlebih dahulu diverifikasi dan ditelaah
berdasarkan fakta, dokumen, serta ketentuan yang berlaku.
7. KERAHASIAAN DAN PERLINDUNGAN PENGADU
Identitas pengadu dapat disampaikan secara terbuka atau melalui
mekanisme anonim/rahasia sesuai dengan kanal pengaduan yang digunakan.
Pengadu diharapkan menyampaikan laporan dengan itikad baik, berdasarkan
fakta yang diketahui, dan tidak menggunakan saluran pengaduan untuk
memberikan informasi palsu, fitnah, atau kepentingan yang bertentangan
dengan ketentuan hukum.
8. PENGADUAN YANG TIDAK DAPAT DITINDAKLANJUTI
Pengaduan dapat tidak ditindaklanjuti apabila, antara lain:
- Informasi yang diberikan tidak cukup untuk dilakukan verifikasi;
- Tidak terdapat kejelasan mengenai substansi yang diadukan;
- Tidak terdapat informasi mengenai waktu, tempat, pihak yang terlibat, atau kronologi yang memadai;
- Pengaduan tidak berkaitan dengan kewenangan instansi;
- Materi pengaduan tidak termasuk dalam ruang lingkup pengaduan; dan/atau
- Pengaduan tidak didukung informasi atau bukti yang memadai untuk dilakukan penelaahan.
Ketentuan tersebut tidak dimaksudkan untuk membatasi hak masyarakat
dalam menyampaikan pengaduan, tetapi untuk memastikan bahwa pengaduan
dapat ditangani secara objektif, efektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.
9. PRINSIP PENANGANAN PENGADUAN
- Objektif;
- Transparan;
- Akuntabel;
- Profesional;
- Adil;
- Tidak diskriminatif;
- Menjaga kerahasiaan sesuai ketentuan;
- Menghindari konflik kepentingan; dan
- Sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
10. KONTAK PENGADUAN MADRASAH
!
CATATAN PENTING
Penyampaian pengaduan merupakan hak masyarakat sebagai bagian
dari partisipasi dalam pengawasan penyelenggaraan pelayanan publik.
Setiap pengaduan akan diperlakukan secara profesional dan ditangani
berdasarkan kewenangan serta ketentuan yang berlaku.
Sampaikan laporan berdasarkan fakta, bukan fitnah.
Lengkapi laporan dengan kronologi dan bukti yang tersedia.
Gunakan saluran resmi agar pengaduan dapat ditangani secara tepat.